EDUFAIR SMANSABAN

PELAKSANAAN EDUFAIR SMANSABAN

Pameran pendidikan yang dicanangkan oleh seluruh alumni SMA NEGERI 1 BANJAR 
Acara ini menghadirkan lebih dari 15 universitas yang diisi oleh volunteer dari masing masing universitas, Siswa mendapar penyuluhan dan dapat bertanya seputar perkuliahan. 

Edufair, Education Fair dilaksanakan pada hari jumat tanggal 19 Januari 2024, acara diawali dengan sambutan dari kepala sekolah, dan ketua panitia. Pemateri pertama diisi oleh universitas swasta yang bertindak sebagai sponsor yaitu unaic, kemudian dilanjutkan dengan parade universitas dengan memamerkan almamater kebanggaan mereka. Siswa terlihat sangat antusias dalam pelaksanaan parade ini, setelah parade volunteer membacakan gambaran sekilas tentang universitas mereka. Setelah mendapatkan sosialisasi terkait universitas, siswa menghadiri stan universitas yang sudah didirikan di lapangan utama SMAN 1 Banjar. Antusias siswa sangat tinggi membuat jalannya acara terasa seru dan ramai.

Perwakilan dari IPA 3 Angkatan 2023 pun turut andil dalam jalannya acara. Sekaligus mengenang dan bersilaturahmi dengan teman teman lain, mereka bertugas dengan bahagia.


DOKUMENTASI:







BERSAMA MEMBANGUN ASA

BERBAGI BERSAMA EXPOST 

  

      Ramadhan merupakan bulan yang sangat mulia, karena itu bulan ini merupakan momen yang tepat untuk memperbanyak amalan, salah satunya adalah dengan berbagi bersedekah dan silaturahmi.    

        Expost mempunyai gagasan tentang sebuah kegiatan, kegiatan yang diharapkan dapat membentuk nilai keimanan kita dan nilai kemanusiaan kita. Beribu diskusi kita lakukan mulai dari rencana dasar hingga mendetail, kegiatan yang menyibukkan itu demi berjalannya suatu kegiatan dengan lancar.

        Hasil dari musyawarah selama beberapa hari menciptakan suatu keputusan yaitu "BAGI BAGI TAKJIL" dan "BUKA BERSAMA". Pada awalnya kita menyiapkan dana hanya untuk bagi bagi takjil saja, tetapi rasanya kurang apabila tidak dilanjut acara penutup seperti berbuka bersama. Hingga akhirnya kita memutuskan untuk melakukan buka bersama, menindaklanjuti hal tersebut kita memutuskan untuk patungan dari beberapa siswa yang berkenan memberikan makanan dan beberapa pelengkap lainnya.

        Senin, acara pun dimulai antusias siswa kelas XI IPA 3 sudah melebihi batas, menunggu jam 1 dimana waktu tersebut adalah waktu berhentinya pembelajaran bukan lagi masalah. selesainya kegiatan belajar mengajar menjadi pertanda puncak kegiatan ini, semua siswa berbondong bondong menyelesaikan tugasnya masing-masing mulai dari pembuatan takjil minuman, packing, hingga tata menata dilakukan secara kompak dan serentak.











         Persiapan ini kami lakukan hingga pukul 4 sore, waktu terasa cepat ketika kita bersiap. Selesai bersiap kami lanjut menata takjil keatas kendaraan, setengah bak mobil penuh oleh makanan takjil dan kardus kardus bahan lainnya. Pukul 4 lebih kita berangkat setelah semua siswa berganti baju dan bersiap, ini adalah kegiatan yang memakan waktu paling lama terlebih para siswa perempuan.
        Rute kami ini berputar melewati kota Banjar dengan titik pusat tujuan adalah pasar Banjar dan titik akhirnya di Dobo, beragam situasi kita alami hingga akhirnya kita finish di jembatan Dobo dan berfoto ria.

     





           
             





       
        





        
     Berakhirnya acara berada di rumah Riza sebagai tempat berbuka puasa kita bersama. Begitulah akhir dari rencana dan basa basi siswa IPA 3 yang alhamdulilah berjalan lancar, terimakasih sudah menyimak perjalanan kami. SEKIANN DAN TERIMAKASIH BANYAK....

PHOTO DUMP!!!!!!!!




























BERSAMA MENYAMBUT BULAN ISTIMEWA

MAKAN BERSAMA UNTUK MENYAMBUT BULAN SUCI RAMADHAN


 


    Menyambut bulan ramadhan biasanya masyarakat akan melaksanakan sebuah acara yang biasa disebut dengan "munggahan" dalam bahasa sehari hari kami, kegiatan kami difokuskan dalam acara makan bersama dengan siswa XI IPA 3 dan juga Pa Sunarto sebagai wali kelas kami.
       Acara yang kami adakan bertempat di salah satu rumah makan yang berada di ciamis yaitu warung jeruk,. Acara ini dimulai pada pukul 9 pagi dengan rencana awal berangkat bersama menuju lokasi, untuk memudahkan pertemuan kita memutuskan untuk berkumpul di salah satu rumah siswa, Ferdhian namanya. Lama kami menunggu squad kami hingga lengkap tak terasa waktu menunjukkan pukul 10 pagi, wah! keterlambatan yang cukup membuat kami kaget dan tak lama berselang kami mendapatkan info untuk melakukan perjalanan karena semua orang sudah berkumpul dan siap berangkat.
    Tujuan awal kita adalah rumah bapak walikelas tercinta kita, Pa Sunarto, selesai bersiap kita pun berangkat,,, yeayy..


           Kegiatan yang cukup mengasyikkan dan lumayan memberi kesan ya guys,,
           sekian saja kisah singkatnya semoga menginspirasi...
           TUTOR DONG






KARAKTER KUAT DENGAN PPK


Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di Kelas XI IPA 3|

 


Halo guys, apasih pendidikan karakter itu?. Pendidikan karakter adalah suatu langkah yang bertujuan untuk menumbuhkan karakter yang dimiliki khususnya oleh siswa dan siswi,  tentu saja karakter yang ditimbulkan merupakan karakter positif yang harus dimiliki siswa. Salah satu langkah pelaksanaan pendidikan karakter adalah dengan PPK.

PPK merupakan sebuah bagian dari program pendidikan karakter, PPK biasa dilakukan pada awal jam pelajaran di sekolah, pada umumnya PPK berisi kegiatan seperti literasi, kegiatan keagamaan dan kegiatan fisik lainnya. PPK juga dilakukan di SMAN 1 Banjar lho guys, seperti yang dilakukan oleh anak anak kelas XI IPA 3 di pagi hari setelah bel masuk berbunyi. Kegiatan mereka adalah literasi,dan solat dhuha, kegiatan tersebut mempunyai tujuan tersendiri bagi karakter siswa. Apa saja itu?

1.  Sikap Disiplin

Sikap disiplin tidak mudah untuk dibiasakan, tetapi dengan adanya PPK hal tesebut bukanlah suatu halangan yang besar, lho kok bisa?. Ya, dengan PPK kita sebagai siswa terbiasa untuk tepat waktu, contohnya pada kegiatan literasi, waktu yang kita habiskan untuk membaca dan menulis literasi harus dimanfaatkan sebaik mungkin, tidak mungkin siswa mengerjakan literasi jika bukan pada waktu PPK, maka dari itu siswa terbiasa untuk cepat tanggap dan tidak membuang buang waktu.

2.  Sikap Bertanggung Jawab

Selain sikap disiplin yang bisa terbentuk oleh PPK, sikap bertanggung jawab pun sangat terpengaruh, perasaan tanggung jawab tersebut muncul ketika ada sesuatu yang bersifat wajib dan harus dikerjakan. Seperti kegiatan literasi yang dilakukan siswa harus diberi tanda tangan setiap minggunya sebagai tanda keaktifan literasi siswa tersebut, secara tidak langsung siswa menumbuhkan sikap tanggung jawabnya.

3.  Sikap Religius

Siswa harus memiliki sikap religius, hal ini dapat dibangun dengan pembiasaan di kegiatan PPK. Khususnya kegiatan sholat dhuha. Dengan kegiatan sholat dhuha tersebut siswa diharapkan mempunyai sebuah kebiasaan dalam bidang kerohanian.

 4.  Kreatif

Beragam cara yang dapat dilakukan untuk memenuhi PPK mempengaruhi jalannya pemikiran prioritas siswa, seperti bagaimana mengatur waktu yang tepat untuk memberikan kenyamanan dalam melaksanakan PPK, seperti pelaksanaan sholat dhuha yang di dahulukan supaya waktu tempuh ke masjid tidak terlalu mendekati jam pelajaran atau kegiatan literasi yang didahulukan supaya waktu untuk menjalani sholat dhuha lebih leluasa dan tidak terburu buru. Secara tidak langsung siswa memiliki pemikiran yang kreatif akan pembagian waktu dan prioritas.

5. Sikap Toleransi

Siswa terbiasa melakukan semua kegiatan PPK berurutan sesuai dengan keinginan mereka, tetapi beberapa siswa tidak melakukan kegiatan tersebut karena terhalang oleh beberapa faktor. Siswa membentuk rasa toleransinya dengan tidak bersikap mendiskriminasi atau mengucilkan siswa yang berhalangan tersebut, sikap ini pun harus dimiliki di luar sekolah karena kita merupakan makhluk sosial yang butuh bantuan orang lain.



        Demikian lah uraian mengenai PPK yang biasa dilakukan di kelas kita, kelas XI IPA 3, semua artikel tersebut bersifat pengalaman pribadi yang diambil dari jalannya PPK di kelas XI IPA 3.

        Mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penulisan karena hal tersebut merupakan ketidak sengajaan. terimakasih.

 

PENDIDIKAN KARAKTER DI ERA PEMBELAJARAN JARAK JAUH

Saat ini indonesia mengalami sebuah keadaan pandemi yang mengakibatkan berkurangnya mobilitas kegiatan bersosial, seperti pada sistem pembelajaran yang terpaksa harus dilakukan secara daring dengan tujuan mengurangi mobilitas dan kontak sosial siswa dan siswi.

Siswa saat pembelajaran dairng

     Pada pelaksanaan pembelajaran daring kita bisa menerima ilmu secara mudah, tetapi tidak dengan interaksi sosial, menjaga tata krama, sikap menghormati orang lain dan sebagainya. Hal tersebut merupakan karakter siswa yang harus dibiasakan dan dibina, pembiasaan tersebut merupakan salah satu peran guru yang tidak bisa dilakukan secara daring.

        Peran guru dalam membina siswa dan siswinya untuk melakukan pendidikan karakter terbatas oleh aksebilitas sehingga interaksi dan koneksi antara guru dan siswa berkurang. Berkurangnya interaksi dan koneksi tersebut membuat siswa tidak memiliki pendidik yang membinanya, oleh karena itu dengan keadaan terpaksa orang tua lah yang harus menggantikan peran dari guru untuk membina anak anaknya.


Orang tua mendampingi anaknya 

Namun beberapa orang tua mengangap dirinya belum siap untuk menerapkan pendidikan karakter di keluarga, banyak orang tua siswa yang mengeluhkan situasi dimana anak anaknya yang stres akibat perubahan signifikan dalam metode pembelajaran. Orang tua tidak bisa melakukan pendekatan dengan anaknya dikarenakan stress tersebut, sehingga interaksi yang dilakukan benar benar minim baik dari guru maupun orang tua. Tanpa adanya interaksi maka pendidikan karakter akan sulit untuk ditempuh.

        Pendidikan karakter dirumah sejatinya tidak hanya dipegang oleh orang tua tetapi dilaksanakan bersama oleh satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Karena kehawatiran orang tua yang belum siap menerapkan pendidikan karakter maka guru harus merubah metode pembelajaran yang diberikan, guru harus mencari mengembangkan metode pembelajaran yang mengandung bimbingan karakter siswa, sehingga secara tidak langsung meringankan tugas orang tua dalam membina anaknya dirumah.

Selain itu satuan pendidikan lainnya juga bisa memadukan kegiatan hari besar dengan nilai nilai karakter, seperti hari sumpah pemuda, siswa dan siswi harus mengetahui apa karakter yang dimiliki dalan hari sumpah pemuda tersebut misalnya pantang menyerah, nasionalisme, gotong royong dan sebagainya. Program tersebut juga bisa membantu siswa dalam mengimplementasikan pendidikan karakter yang diperolehnya dalam masyarakat.