BERSAMA MEMBANGUN ASA
BERBAGI BERSAMA EXPOST
Ramadhan merupakan bulan yang sangat mulia, karena itu bulan ini merupakan momen yang tepat untuk memperbanyak amalan, salah satunya adalah dengan berbagi bersedekah dan silaturahmi.
Expost mempunyai gagasan tentang sebuah kegiatan, kegiatan yang diharapkan dapat membentuk nilai keimanan kita dan nilai kemanusiaan kita. Beribu diskusi kita lakukan mulai dari rencana dasar hingga mendetail, kegiatan yang menyibukkan itu demi berjalannya suatu kegiatan dengan lancar.
Hasil dari musyawarah selama beberapa hari menciptakan suatu keputusan yaitu "BAGI BAGI TAKJIL" dan "BUKA BERSAMA". Pada awalnya kita menyiapkan dana hanya untuk bagi bagi takjil saja, tetapi rasanya kurang apabila tidak dilanjut acara penutup seperti berbuka bersama. Hingga akhirnya kita memutuskan untuk melakukan buka bersama, menindaklanjuti hal tersebut kita memutuskan untuk patungan dari beberapa siswa yang berkenan memberikan makanan dan beberapa pelengkap lainnya.
Senin, acara pun dimulai antusias siswa kelas XI IPA 3 sudah melebihi batas, menunggu jam 1 dimana waktu tersebut adalah waktu berhentinya pembelajaran bukan lagi masalah. selesainya kegiatan belajar mengajar menjadi pertanda puncak kegiatan ini, semua siswa berbondong bondong menyelesaikan tugasnya masing-masing mulai dari pembuatan takjil minuman, packing, hingga tata menata dilakukan secara kompak dan serentak.
PHOTO DUMP!!!!!!!!
BERSAMA MENYAMBUT BULAN ISTIMEWA
MAKAN BERSAMA UNTUK MENYAMBUT BULAN SUCI RAMADHAN
KARAKTER KUAT DENGAN PPK
Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di
Kelas XI IPA 3|
Halo guys, apasih pendidikan karakter itu?. Pendidikan karakter adalah suatu langkah yang bertujuan untuk menumbuhkan karakter yang dimiliki khususnya oleh siswa dan siswi, tentu saja karakter yang ditimbulkan merupakan karakter positif yang harus dimiliki siswa. Salah satu langkah pelaksanaan pendidikan karakter adalah dengan PPK.
PPK merupakan sebuah bagian dari program pendidikan karakter, PPK biasa dilakukan pada awal jam pelajaran di sekolah, pada umumnya PPK berisi kegiatan seperti literasi, kegiatan keagamaan dan kegiatan fisik lainnya. PPK juga dilakukan di SMAN 1 Banjar lho guys, seperti yang dilakukan oleh anak anak kelas XI IPA 3 di pagi hari setelah bel masuk berbunyi. Kegiatan mereka adalah literasi,dan solat dhuha, kegiatan tersebut mempunyai tujuan tersendiri bagi karakter siswa. Apa saja itu?
1. Sikap Disiplin
Sikap disiplin tidak mudah untuk dibiasakan, tetapi dengan adanya PPK hal tesebut bukanlah suatu halangan yang besar, lho kok bisa?. Ya, dengan PPK kita sebagai siswa terbiasa untuk tepat waktu, contohnya pada kegiatan literasi, waktu yang kita habiskan untuk membaca dan menulis literasi harus dimanfaatkan sebaik mungkin, tidak mungkin siswa mengerjakan literasi jika bukan pada waktu PPK, maka dari itu siswa terbiasa untuk cepat tanggap dan tidak membuang buang waktu.
2. Sikap Bertanggung Jawab
Selain sikap disiplin yang bisa terbentuk oleh PPK, sikap bertanggung jawab pun sangat terpengaruh, perasaan tanggung jawab tersebut muncul ketika ada sesuatu yang bersifat wajib dan harus dikerjakan. Seperti kegiatan literasi yang dilakukan siswa harus diberi tanda tangan setiap minggunya sebagai tanda keaktifan literasi siswa tersebut, secara tidak langsung siswa menumbuhkan sikap tanggung jawabnya.
3. Sikap Religius
Siswa harus memiliki sikap religius, hal ini dapat dibangun dengan pembiasaan di kegiatan PPK. Khususnya kegiatan sholat dhuha. Dengan kegiatan sholat dhuha tersebut siswa diharapkan mempunyai sebuah kebiasaan dalam bidang kerohanian.
4. Kreatif
Beragam cara yang dapat dilakukan untuk memenuhi PPK mempengaruhi jalannya pemikiran prioritas siswa, seperti bagaimana mengatur waktu yang tepat untuk memberikan kenyamanan dalam melaksanakan PPK, seperti pelaksanaan sholat dhuha yang di dahulukan supaya waktu tempuh ke masjid tidak terlalu mendekati jam pelajaran atau kegiatan literasi yang didahulukan supaya waktu untuk menjalani sholat dhuha lebih leluasa dan tidak terburu buru. Secara tidak langsung siswa memiliki pemikiran yang kreatif akan pembagian waktu dan prioritas.
5. Sikap Toleransi
Siswa terbiasa melakukan semua kegiatan PPK berurutan sesuai dengan keinginan mereka, tetapi beberapa siswa tidak melakukan kegiatan tersebut karena terhalang oleh beberapa faktor. Siswa membentuk rasa toleransinya dengan tidak bersikap mendiskriminasi atau mengucilkan siswa yang berhalangan tersebut, sikap ini pun harus dimiliki di luar sekolah karena kita merupakan makhluk sosial yang butuh bantuan orang lain.
Demikian lah uraian mengenai PPK yang biasa dilakukan di kelas kita, kelas XI IPA 3, semua artikel tersebut bersifat pengalaman pribadi yang diambil dari jalannya PPK di kelas XI IPA 3.
Mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penulisan karena hal tersebut merupakan ketidak sengajaan. terimakasih.
PENDIDIKAN KARAKTER DI ERA PEMBELAJARAN JARAK JAUH
Saat ini
indonesia mengalami sebuah keadaan pandemi yang mengakibatkan berkurangnya
mobilitas kegiatan bersosial, seperti pada sistem pembelajaran yang terpaksa
harus dilakukan secara daring dengan tujuan mengurangi mobilitas dan kontak
sosial siswa dan siswi.
Peran
guru dalam membina siswa dan siswinya untuk melakukan pendidikan karakter
terbatas oleh aksebilitas sehingga interaksi dan koneksi antara guru dan siswa
berkurang. Berkurangnya interaksi dan koneksi tersebut membuat siswa tidak
memiliki pendidik yang membinanya, oleh karena itu dengan keadaan terpaksa orang tua
lah yang harus menggantikan peran dari guru untuk membina anak anaknya.
Namun beberapa
orang tua mengangap dirinya belum siap untuk menerapkan pendidikan karakter di
keluarga, banyak orang tua siswa yang mengeluhkan situasi dimana anak anaknya
yang stres akibat perubahan signifikan dalam metode pembelajaran. Orang tua
tidak bisa melakukan pendekatan dengan anaknya dikarenakan stress tersebut,
sehingga interaksi yang dilakukan benar benar minim baik dari guru maupun orang
tua. Tanpa adanya interaksi maka pendidikan karakter akan sulit untuk ditempuh.
Pendidikan karakter dirumah sejatinya tidak hanya dipegang oleh orang tua tetapi dilaksanakan bersama oleh satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Karena kehawatiran orang tua yang belum siap menerapkan pendidikan karakter maka guru harus merubah metode pembelajaran yang diberikan, guru harus mencari mengembangkan metode pembelajaran yang mengandung bimbingan karakter siswa, sehingga secara tidak langsung meringankan tugas orang tua dalam membina anaknya dirumah.
Selain itu satuan
pendidikan lainnya juga bisa memadukan kegiatan hari besar dengan nilai nilai
karakter, seperti hari sumpah pemuda, siswa dan siswi harus mengetahui apa
karakter yang dimiliki dalan hari sumpah pemuda tersebut misalnya pantang
menyerah, nasionalisme, gotong royong dan sebagainya. Program tersebut juga
bisa membantu siswa dalam mengimplementasikan pendidikan karakter yang
diperolehnya dalam masyarakat.
